Kamis, 29 Oktober 2009

Produksi Benih Padi Kelas Benih Pokok


1.Perencanaan Produksi Benih
Rencana produksi benih yang akan dilakukan oleh KBP Tegalgondo adalah melakukan produksi benih kelasa BD (Benih Dasar) untuk kebutuhan benih di Jawa Tengah dengan luas areal produksi 6,5 Ha, dan varietas yang akan di tangkarkan sebanyak 17 varietas yaitu :
IR 64
Ciherang
Memberamo
Fatmawati
Gilirang
Sintanur
Dyah Suci
Angke
Cimelati
Barito
Widas
Way Apo Buru
Bondoyudo
Kalimas
Singkil
Cisadane

2.Persiapan Benih Sumber
Benih sumber yang digunakan oleh Kebun Benih Padi Tegalgondo untuk produksi benih kelas benih dasar (BD) adalah Benih Penjenis (BS) berasal dari BALITPA. Kebutuhan benih untuk kelas Benih Penjenis (BS) 10 kg/ha. Sehingga untuk kebutuhan memproduksi Benih Dasar (BD) dengan areal 6,5 ha keperluan benih sumber adalah 65 kg benih penjenis.

3.Produksi Benih Padi Kelas Benih Dasar (BD/FS)
Kelas benih yang diproduksi adalah : Fondation seed (FS). Secara umum kegiatan kultur teknis dalam memproduksi benih bersertifikat yang dilaksankan meliputi :
a.Persiapan Lahan
Tanah yang digunakan sebagai lahan pertanaman untuk memproduksi benih harus dipersiapkan dengan sebaik mungkin dan dengan memperhatikan dalam cara – cara melaksanakan pengolahan tanah.
1) Perbaikan Pematang dan Saluran Irigasi
Perbaikan pematang bertujuan untuk menampung air dengan baik dan dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. Saluran irigasi juga diperbaiki dan dibersihkan dari gulma atau lumpur yang menghambat jalannya air menuju petakan sawah, agar air dapat mengalir dengan lancar dan dapat dimanfaatkan dengan baik dan dapat diatur sesuai kebutuhan.

2) Membajak Tanah
Dalam melakukan pengolahan tanah terebih dahulu dilakukan pengecekan/pemeriksaan terhadap areal yang akan diolah, jika areal yang akan diolah adalah bekas tanaman padi maka harus dilakukan kegiatan sanitasi, sanitasi ini di lakukan bersaman dengan pembajakan pertama. Yang diperhatikan saat melakukan pembajakan pertama lahan harus digenangi air selama 2–3 hari hari. Setelah selesai pembajakan pertama, lahan dikeringakan selam 7–10 hari, perlu diperhatikan pada saat pengeringan dilakukan aplikasi herbisida pasca tumbuh. Pembjakan kedua dilakukan setelah pengeringan. Setelah selesai di bajak areal digenangi air selam 2–3 hari, setelah itu lahan dikeringkan selama 7–10 hari.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar